Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image

LET US TAKE CARE OF OUR ENVIRONMENT AND CONSERVATION OF NATURAL MOUNTAIN SEMERU INDONESIA

  • Thursday, November 7, 2013
  • mansyurahmad.blogspot.com
  • Label:

  • pemandangan ranukumbolo

    Entah dari mana muncul kata yang namanya “pecinta alam”, namanya sungguh terlihat mulia, mencerminkan akan kecintaan seseorang pada kelestarian lingkungan dan alam. Dengan menjamurnya media social yang menyediakan fasilitas untuk membentuk wadah atau perkumpulan dibidang minat yang serupa, sebut saja komunitas pendaki gunung, komunitas pendaki gunung Indonesia, para pendaki dan masih banyak lainnya kalau kita teliti kita bisa lihat total anggotanya yang masuk ke dalam grup tersebut mencapai belasan ribu orang dan bahkan bisa mencapai puluhan ribu belum lagi orang-orang yang menunggu konfirmasi dari addmin grup tersebut.  Dari sana saya mengasumsikan bahwa dinegeri ini ternyata banyak sekali orang-orang yang mungkin mengakui dirinya bagian dari “pecinta alam”.  Grup yang mewadahi komunitas tersebut memang sangat bermanfaat karena kita bisa saling berbagi informasi dan pengalaman, dan tak jarang pula kita lebih mudah medapatkan kawan saat akan mendaki gunung, namun tak jarang juga dalam grup tersebut membicarakan hal yang tak semestinya dibicarakan. Sisi baik dan sisi buruk dari suatu komunitas pasti dapat dilihat secara langsung maupun secara tidak langsung beberapa waktu yang lalu ada komunitas atau grup facebook perkumpulan orang yang suka mendaki gunung mengadakan acara social hal tersebut sangatlah bermanfaat tentunya. Namun yang ingin saya kritisi bukan soal grup nya tersebut, karena saya menilai grup tersebut malah banyak sisi positifnya sebagai sarana edukasi dan pemersatu antar sesama penggila ketinggian, apa lagi di negeri ini bertebaran gunung-gunung yang sangat indah, dan walaupun kita Negara beriklim tropis kita juga mempunyai gunung yang di puncaknya terdapat salju, sungguh anugrah yang patut kita syukuri.   Yang perlu kita sadari dan tanamkan dalam diri kita terutama saat kita bisa merasakan nikmatnya keindahan alam ini “kita harusnya berpikir apakah 10 tahun kemudian saya masih bisa merasakannya? Apakah anak cucu saya masih bisa merasakan indahnya negeri ini?” jangan sampai keindahan negeri ini menjadi sebuah sejarah, legenda, atau hanya jadisebuah dongen saja dikemudian hari karena terjadi kerusakan akibat kelalaian kecil yang secara sadar atau tidak sadar kita lakukan.  Terkadang mungkin kita merasa hal kecil yang kita lakukan tersebut tidak akan berdampak besar, baik dalam hal kebaikan maupun keburukan. Misalnya saya menyoroti kasus yang terjadi beberapa waktu lalu mengenai terbakarnya kawasan ranukumbolo di gunung semeru, kejadian tersebut mungkin bisa di disebabkan oleh 2 hal yaitu oleh orang yang membuang puntung rokok sembarangan, atau disebabkan oleh api unggun yang lupa dimatikan sampai tuntas. 2 hal tersebut terlihat sangatlah sepele, namun kita lihat dampaknya sangat luar biasa, keindahan alam ranukumbolo menjadi tercoret, kesan indahnya pun hilang, yang ada hanyalah kesan memperihatikan, salah satu gunung terindah di Indonesia penuh dengan serakan debu api karena adanya kebakaran tersebut, belum lagi sampahnya, bahkan sempat muncul kata-kata yang tidak enak di dengar oleh telinga “puncak tertinggi tanah jawa telah berubah menjadi tempat pembungan sampah tertinggi di pulau jawa”, saya pribadi tidak ingin melemparkan kejadian ini kepada salah satu pihak, tapi kembali lagi pada kepribadian masing-masing, ternyata pendaki gunung dinegeri ini masih belum banyak yang menyadari pentingnya menjaga kelestarian dari mulai hal kecil. Salah satu contoh tindakan kecil yang dapat menjaga kelestarian alam adalah tidak meningglakan secuil sampah di gunung, misalkan tidak membuang puntung rokok. Coba kita bayangkan apabila seorang pendaki membawa rokok 2-3 bungkus asumsikan 1 bungkus 12 batang artinya bila rokok tersebut dinyalakan maka akan membentuk 12 putnung rokok dikali 2-3 bungkus artinya sudah terbentuk 24-36 puntung rokok, kita kalikan kembali dengan total pendaki. Misalnya beberapa waktu lalu pendakian ke gunung semeru mencapai 3050 orang asumsikan dari 3050 orang tersebut sebanyak 1200 orang adalh perokok (misalkan) nah bisa dibayangkan 1200 orang x 36 puntung rokok total puntung rokok tersebut sudah mencapai 43.200 puntung rokok, iya mending kalau puntung rokok tersebut dibawa kembali turun ke bawah nah kalau tidak bisa di bayangkan sendiri. Satu puntung rokok baru akan terurai oleh mikroorganisme setelah 10 tahun, bisa dibayangkan kembali butuh berapa ratus tahun supaya puntung rokok sebanyak itu bisa terurai…?? Belum lagi puntung rokok tersebut bisa menyebabkan kebakaran.  Mendaki gunung samil merokok tidak dilarang, yang dilarang itu mengotori gunung dengan puntung rokok dan sampah tak berguna yang dapat menyebabkan kerusakan alam. Mari mulai dari sekarang kita jaga tingkah laku, kebiasaan, serta budaya kita yang tadinya kurang peduli menjadi peduli, yang sudah peduli menjadi lebih peduli. Ga ada ruginya kok kalau kita peduli terhadap lingkungan, malah kita akan diuntungkan ketika kita-kita peduli terhadap lingkungan, dan sebaliknya ketika kita berlaku tidak peduli terhadap alam maka jangan salahkan siapa-siapa bila ada bencana, tapi salahkan kelalaain diri kita sendiri. 

    CERITA AHAY JEBRET DI JALUR PENDAKIAN GUNUNG CIKURAY PART#2

  • Wednesday, October 30, 2013
  • mansyurahmad.blogspot.com
  • Label:
  • Arti Cinta Yang Tak Memiliki Arti


    Cerita gw lanjutin nih, emang dah ga ada habisnya kalau ditanya pengalaman koplak soal mendaki, tapi sumpah dah dari sekian pendakian yang gw lakuin yang banyak mengandung unsur yang dapat menyebabkan perut kolik, ya pendakian ahay jebret gunung cikuray. Kenal Cuma pas diterminal doank eh becanda selama pendakian udah kaya kenal bertahun-tahun, kaya sebuah pertemanan remaja habis tu lama ga ketemu, dan setelah sekian lama ga ketemu lalau mereka ngadain reuni di gunung, beuuh cakep dah. Pas mendaki cikuray gw merasa kaya bareng nanjak sama sampah, saking parahnya kalau becanda bikin sakit kulit perut. Tapi tunggu dulu walaupun kaya sampah kalau udah becanda, mereka dan kita bukanlah orang yang tega meninggalkan sampah di gunung. Berasa banget dah kekeluargaanya, malu-malu kucingnya Cuma sekitar 15 menitan habis tuh semuanya memalukan haha, pada ga punya kema**an kayanya haha. Gw merasa bangga karena gw bisa mendaki bareng pendaki yang memang sudah banyak pengalaman di bandingin gw.  Gw merasa Cuma seujung kuku aja dibandingin mereka.
                Pendakian gunung cikuray dari pos pemancar sampai ke puncak biayasanya memakan waktu sekitar 6-7 jam (kata orang sih), namun kita mendaki hamper 8 jam, itu pun Cuma sampai pos 6 doank nah disitu tuh kita mendirikan tenda. Karena dijalan kebanyakan becanda jadi keasyikan banget tuh kalau udah duduk, jalannya Cuma 10 menit istirahatnya 15 menit, memang benar-benar pendaki cepat lelah, letih,Lesu, lunglay dan lelok kata desta sang pria yang memiliki calon pacar berprofesi sebagai dokter. Ini nih yang ga kalah koplak selama perjalanan kalau ada cengcengan soal pasangan desta kena bully nya “noh yang pacar nya dokter” gw sih ga tau itu bener pa kaga, soalnya yang ngecengin dia “dokter” kan temen2nya noh (kang romi, kang isman, sam mba hanny), tapi sejujurnya sih gw ga yakin seorang dokter mau sama pendaki gunung haha.ada satu cerita koplak yang diceritain dokter desta dia bilang “ada cowo seorang pendaki yang naksir cwe, nah bapaknya ga terima anak cwe nya di taksir sama pendaki, sampai-sampai bapak tuh cwe bilang “dari pada anak gw dikasih sama seorang pendaki gunung meningan gw kasih sama buaya aj”. Gw sih heran tuh sama bapaknya kok rela anaknya dikasih sama buaya, padahal ‘lelaki yang suka mendaki gunung itu romantic dan manis, kalah lah drama-drama korea yang alay dan sering mengumbar kejablayan ga bermutu” sumpah dah lelaki pendaki gunung itu ROMANTIS. Oia nih kalau ga percaya gw kasih bukti, gw kan pendaki gunung nih ya walaupun Cuma pendaki gunung abal-abl dan karbitan tapi tak apalah titel tersebut tak menyurutkan rasa cintaku terhadap gunung yang ada di Indonesia.  Waktu gw masih awal-awal mendaki dan gw masih mengenal yang namanya cinta, “dulu gw pernah punya cita-cita bisa mengatakan I LOVE YOU dan melamar wanita yang gw cintai di puncak gunung fujiama buahaha gimana ga romatis coba di atas puncak gunung tertinggi di Negara jepang dengan suasana dingin salju yang menusuk tulang, dan untung-untung sekaligus bisa melihat hamparan sakura yang sedang mekar pasti ga nolak deh wanita tersebut gw sematin cincin tunangan di jari manisnya, beuh habis tuh gw minta foto bareng sambil gw peluk calon istri gw itu haha” itu dulu men sewaktu gw masih mengenal cinta, sekarang bagi gw cinta tidak lebih baik dari kentut atau berak “menahan boker atau kentut bisa bikin kita sakit, beda ketika ketika saat ingin boker atau kentut lalu kita mengeluarkannya, beuh rasanya plong banget bray’, nah sama kejadiannya kaya cinta ketika sebuah cinta ditahan-tahan maka rasa sakitlah yang akan kau dapatkan, apalagi sampai pada sauatu masa yang namanya “berharap”, beuh masih zaman anak muda banyak berharap tanpa kerja? Mati aja deh kalau ada anak muda kaya gitu, nah ketika kita memiliki rasa yang namanya cinta pada lawan jenis kita, maka cepatlah ungkapkan sebelum semuanya terlmbat, urusan diterima apa engga mah itu urusan belakangan, karena tak ada cinta yang tidak di ungkapkan kecuali orang tersebut terlalu mencintai dirinya sendiri. Gw bisa bercerita kaya gini karena gw terinspirasi dari kisah cinta “seorang pendaki (desta) dengan seorang dokter (sebut saja bunga), kalau gw ga denger kisah cintanya bos desta gw mana mungkin gw berani menceritkan  kisah cinta gw yang romantic. Kesimpulan yang bisa gw tarik dari kisah “cinta” adalah cinta=kentut=boker, cinta mengandung banyak arti, bisa cinta wajahnya, bisa cinta bodynya, bisa cinta hartanya, bisa juga cinta gunung cewe nya bray, tapi ada juga cinta sejati yang memang dijalani oleh seseorang (wanita dan pria) yang benar-benar bertanggung jawab. Menurut gw sih kalau cinta itu tidak dinilai dari seberapa lama kita menjalin “pacaran” tapi dinilai dari sebarapa lama pasangan tersebut mampu mengarungi bahtera rumah tangga, dengan jalan menikah, bukan dengan jalan menjalin pacaran selama-lamanya, karena semakin lama menjalin pacaran gw sih yakin malah semakin banyak maksiatnya bray ga perlu gw sensor dah buktinya banyak banget kan remaja yang udah ga virgin, goa surganya pasti udah jebol, lembah gunung kembarnya pun pasti udah melar wkwkwk. Oia bray ini quote yang berhasil gw ciptain di saat otak selangkangan gw sedang cerdas “begitu banyak gunung di negeri dan di dunia ini termasuk gunung kembar kaum hawa, namun dari sekian banyak gunung yang bertebaran tersebut hanya ada satu gunung yang benar-benar menjadi target utama yang sangat didambakan seorang pendaki karena dinilai gunung tersebut paling special, sama hal nya dengan gunung kembar hanya ada satu pemilik gunung kembar yang akan dipilih seorang lelaki pendaki untuk menemani hidupnya sampai akhir menutup mata”

    CERITA AHAH JEBRET DI JALUR PENDAKIAN GUNUNG CIKURAY PART#1

  • Tuesday, October 29, 2013
  • mansyurahmad.blogspot.com
  • Label:


  • Setelah 2 bulan yang lalu terakhir mendaki gunung semeru hasrat untuk mendaki lagi kian meninggi terutama dengan adanya kesibukan perkuliahan yang membuat jenuh ditambah lagi rutinitas gw sebagai direktur disalah satu perusahaan terfenomenal se-Indonesia. Akhirnya gw putusin tuh buat nanjak gunung cikuray, gw ngajak temen gw yang lainya namun ternyata pada ga bisa akhirnya gw cuma bedua tuh nanjak gunung cikuray sama si fardi, terus gw nyoba nyari orang yang mau nanjak ke cikuray di grup KPGI dan akhirnya gw nemu orang yang mau nanjak juga ke cikuray namanya bos desta, dia bawa rombongan 3 orang, 2 jantan dan 1 betina. Kita janjian tuh buat ketemu di terminal Guntur, baru keesokan subuh nya kita bertemu di mesjid dekat terminal, kita ngobrol-ngobrol sama pendaki lain juga,dan akhirnya kita nemu satu rombongan lagi anak bandung mahasiswa Unpad. Nah dari sana kita sepakat buat nanjak bareng dan cari transportasi menuju pos pemancar barengan juga. Ternyata si desta sewaktu ngobrol dia ngehasut 3 orang anak manusia yang tidak jelas asal usul dan tujuannya, 3 bocah ini bilang ke emak nya mau naik pangrango tapi berangkatnya ke garut (koplak parah syumpah bray, gunung pangrango kan letak administrasinya di daerah cianjur, sukabumi, dan bogor, nah mereka malah pergi ke garut), pas ditanya ternyata mereka mau naik papandayan, nah dari situ si desta mulai mengeluarkan rayuan gombal nan manis yang penuh dengan kedustaan, sampai 3 anak yang sebatang rokok ini pun terjerumus ke dalam cerita dusta nya si desta, dan kita namakan mereka dengan “trio papandayan” leadernya sih bernama thynol orangnya ya gitu sih suka banyol tapi rada konyol juga sih mereka mungkin suka sekali makan cimol haha. Gw mulai cerita ini dari kita saat mendaki aja yaa, soalnya kalau gw certain dari A-Z gw ga sanggup takut sakit perut karena ternyata gw barengan sama rombongan yang koplak semua, gw pastiin sih dari 14 orang tersebut gak ada yang soleh haha, ditambah orang-orang yang kita temui di jalan pada koplak juga, sampe ada tuh satpam muka serem pas lagi nelpon sampe telepon nya dimatiin sambil teriak “aya bagoooooooooong (ada babi)’ dia mikir kalau babi tuh bisa ditangkap bisa di jual, sampei akhirnya sesuatu yang dia anggap babi tuh muncul dan ternyata itu adalah seekor anjing, bukan babiiiiiiiiiiiiiii.. Banyak hal koplak yang kita lewati bersama saat melangkahkan kaki menuju puncak cikuray, dari mulai saling menceritakan pengalaman koplak saat mendaki sampai ngebully gw tuh. Pas diterminal gw kan disuruh jd tukang negosiasi sama sopir angkot, nah gw kan nawar harga tuh selama hampir lebih setengah jam gw nawar gimana caranya supaya ongkos yang awalnya 20rb jad ibisa murah, nah jadi tuh akhirnya 17rb turun harga juga, nah yang tolol pas gw nagihin duit ke leader masing2 baru ketauan ketololannya ternyata ongkos yang sesungguhnya perorang kena 19rb, yaaah koplak nawar hamper sejam Cuma turun serebu, Cuma buat djarum sebatang doank kata so desta yaudah gw bilang lumayan buat lu ngerokok wkwkwkw.. Ada satu cerita yang biking gw ngakak waktu itu si topan leader rombongan anak unpad cerita, kata dia temenya mendaki gunung tuh setelah sekian lama berjalan menuju puncak sampailah pada saat mereka harus mendirikan tenda, nah setelah beres tuh tenda terpasang mereka ngobrol Cuma “5 menit” habis tuh tidur nah keesokan harinya turun lagi “koplak jauh-jauh dan capek capek naik gunung Cuma buat ngobrol selama 5 menit doank, mending kalau sampai puncak nah ini boro-boro.. Nah ada lagi nih selama perjalanan kita bikin joke sama ceplas ceplos yang pake aturan, nih misalnya sebutkan kata yang akhirannya “si’ nah rame tuh pada ngomong ada yang teriak kastrasi, imunisasi, wah pokonya banyak sampai akhirnya gw teriak “masturbasi” gelagak tawa pun tak bisa terelakan lagi dan semuanya tertawa terbahak kecuali orang gila yang ga tertawa.


    BERSAMBUNG KE PART#2 brayyy

    PENDAKIAN GUNUNG CIKURAY 2818 MDPL

  • mansyurahmad.blogspot.com
  • Label:
  • Samudra di atas awan puncak gn.cikuray
    Cikuray merupakan gunung tertinggi ke empat yang berada di provinsi jawa barat, dengan ketinggian 2818 mdpl gunung ini menjulang tinggi di kabupaten garut.  Garut memang memiliki beberapa gunung yang cukup popular dikalangan para pendaki gunung, yaitu papandayan, Guntur, dan cikuray atau sering juga disingkat menjadi PAGUCI, diantara ketiga gunung tersebut gunung cikuray merupakan gunung yang memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibandingkan dengan gunung lainya yang ada di garut, dan menurut saya cikuray bisa dikatakan gunung yang memiliki tali persaudaraan dengan gunung ciremai dalam hal track, hampir tidak ada sama sekali jalan yang mendatar dari mulai titik pendakian awal sampai puncak (via pemancar), selain itu disepanjang jalanan dari bawah sampai puncak kita tidak bisa menemukan sumber air, hanya di pos pemancar terakhir kita bisa menemukan sumber air, jadi harus pandai-pandai memenej perbekalan terutama air jika hendak mendaki gunung cikuray. Untuk mencapai puncak kita harus melewati 8 buah pos, dari ke 8 pos tersebut yang cukup panjang adalah dari pos 2 menuju pos 3, untuk jarak dari pos ke pos lainnya cukup pendek.  Gunung cikuray memiliki vegetasi hutan yang cukup unik dibandingkan dengan gunung-gunung lainnya yang ada di jawa barat, selain itu di gunung ini dipastikan kita  tidak akan menemui bungan edelweis, namun panorama yang disuguhkan di puncak gunung cikuray sangat mempesona terutama bila cuaca sedang cerah, kita bisa menyaksikan terbitnya sang surya dari upuk timur, dan gumpalan permadani awan yang melaju dengan sangat cantik bagaikan seorang bidadari yang sedang menari balet.  Jalanan menuju puncak dari pos pemancar sangat jelas, tidak terlalu banyak percabangan, perlu kesabaran lebih untuk menapaki setiap jalanan yang dilewati, karena memang jalanannya  bisa dikatakan “jidat bertemu lutut”. Diantara pos 2 dengan pos 3, ada pipa air milik warga, pipa tersebut entah memang bocor atau memang ada yang secara sengaja melubanginya, air nya bisa dimanfaatkan bila kehabisan, pipa tersebut dilubangi dan ada tutupnya juga, jadi jika memang sebelum pos 3 dan melewati pipa tersebut kita bisa mengambil airnya, jangan lupa tutup kembali.  Jangan heran apabila hendak mendaki gunung cikuray, atau gunung papandayan, transportasi dari terminal Guntur menuju pos pendakian lumayan fantastis, hal ini terjadi karena memang kita melewati daerah-daerah yang dikuasai oleh oknum tak bertanggung jawab (katakanlah jalurnya tukang ojek). Untuk mencapai pos pendakian dari terminal Guntur alangkah lebih mudah jika kita mencarter angkot atau kendaraan bak terbuka, namun mulai dari terminal saja sudah banyak calo-calo yang berkeliaran, misalkan ongkos normal hanya 15rb saja, maka karena ada sang calo yang brengsek tersebut ongkos pun bisa naik 50%, para supir pun tidak bisa berbuat apa-apa, entah apa yang menjadi alasannya sang supir manut-manut saja dengan calo tersebut, mungkin calo tersebut suka menggunakan cara-cara kekerasan. Setelah itu sang supir juga harus memperhitungkan berapa uang yang harus disiapkan untuk para tukang ojek yang meminta jatah, karena mobil yang kita tumpangi memang melewati daerahnya para tukang ojek tersebut.  Sekedar info bila kita mencarter angkot atau kendaraan bak terbuka ongkos normalnya sekitar 30rb perorang namun karena adanya para tukang ojek brengsek yang meminta jatah tersebut ongkos. Selain itu kita harus membayar tiket masuk ke wilayah perkebunan sebesar 3rb. Sepulang dari sana saya membawa nomer yang dapat dihubungi dan cukup terpercai dengan harga yang cukup murah namanya bapak makruf  085322387997








    NEKAD TRAVELLING CHAPTER #1

  • Tuesday, October 1, 2013
  • mansyurahmad.blogspot.com
  • Label:



  • Gw terdaftar sebagai mahasiswa di salah satu universitas negeri terkemuka, terakreditasi, dan ter-ter lainnya di Indonesia. Gw adalah angkatan ke 46 sejak almamater gw resmi didirikan. Saat masuk ke universitas ini gw milih fakultas terfenomenal karena disarankan sama om gw sih, kenapa gw sebut fakultas terfenomenal,,,?? Karena waktu itu gw ga tau ternyata di dunia yang udah hampir kiamat ini ada juga fakultas tersebut. Yap ini dia fakultas gw “KEDOKTERAN HEWAN” waktu gw denger kata “jurusan” tersebut dengan agak begonya gw mikir “hah? Emang ada ya fakultas kedokteran hewan”, maklum gw anak kampung yang ga tau apa-apa. Sebelum gw masuk ke fakultas yang sangar dan fenomenal ini, untuk satu tahun pertama gw harus masuk yang namanya tahap persiapan bersama, yah gw selama satu tahun harus melewati pelajaran anak SMA kelas  4, dan hidup di asrama universitas gitu deh, kata sang “pejabat universitas” tujuan di asramakannya mahasiswa baru supaya bisa bersosialisasi dengan kawan dari nusantara.  Alasan kenapa gw sebut kawan nusantara adalah, ini asrama diisi sama anak-anak dari sabang sampe merauke bahkan mahasiswa dari negeri sebelah pun ada. Pahit manis kehidupan di asrama gw lewati dengan santai, dan datar-datar saja.  Selama satu tahun pertama gw masuk universitas ini gw masih rada-rada pendiem gitulah, maklum gw sadar diri, gw ini seorang anak kampung.  Universitas gw ini berada di suatu kota yang cukup besar lah berposisi sebagai salah satu kota penyokong ibu kota Negara. Udah bukan rahasia kalau di kota ini terdapat banyak mol dan tempat nongkrong anak-anak gahol kota.  Namun selama satu tahun pertama tersebut gw sama sekali belum pernah yang namanya main ke mol ataupun tempat nongkrong yang ada di kota ini sob, sampai ada suatu ketololan pada gw :”sejak kecil gw sih sering banget lewat kota tempat universitas gw ini berada”, nah disini terdapat suatu gedung bertuliskan “BOTANISQUER”, nah karena ada tulisan “BOTANI-nya” gw nyangka itu gedung semacam museum tanaman gitu, dan gw baru tahu pas mau masuk tahun kedua kalau ternyata gedung yang bertuliskan “BOTANUSQUER” ntu adalah sebuh mol yang cukup besar di kota ini. Oh iya sob di kota ini juga terdapat mol yang namnya mol BTM , nah kalu mol yang ini biasa tempat belanja mahasiswa katanya harganya lumayan murah, nah gw baru menginjakan kaki di mol ini pas semester lima itu pun karena gw diminta nemenin temen buat beli softlens. Masih banyak deh ketololan dan kekatrokan gw selama gw menjadi mahasiswa di tahun pertama. Tahun kedua menjadi seorang mahasiswa pun dimulai, dari sini gw mulai menemukan teman yang agak beda dan agak aneh, sampai suatu ketika gw terjerumus ke dalam jurang kenistaan, pokonya panjang banget kalau gw certain dari A-Z ga bakalan habis seharian. Jadi gw certain intinya aj. Sejak kecil gw ga peernah punya hobby bermain atau jalan-jalan karena gw mikir itu hobby buat orang kaya raya, karena memang gw dilahirkan dalam lingkungan keluraga yang bisa di bilang pas-pasan, ya pas mau beli pesawat ada duitnya, pas mau  beli pulau juga ada duitnya, hahah just kidding sob. Gw mikir ga lucu juga kalau gw punya hobby yang banyak nguras duit, supaya gw yang brandal ini bisa kuliah aja bokap nyokap gw harus banting tulang, sampai kepala di kaki, dan kaki di kepala (judul lagu ntuh mah sob) hahah ditambah setau gw peralatan yang biasa digunakan untuk backpacker, bertualang itu harganya ga ketulungan mahalnya kalau buat gw. Akhir semester 3 gw mengalami tragedy yang namanya kena virus backpackeran ya awalnya sih gw di ajak kakak kelas gw, hahah “aib masa lalu” nah waktu itu pertama kali gw di ajak mendaki gunung gede sob, ya total yang kena rayuan virus tersebut ada 14 orang termasuk jantan dan betina juga, nah kalau untuk kronologi sewaktu mendaki gunung ini ga bisa gw certain sob, karena ini bisa membuat suatu kontroversi idelisme dan kudeta karakterisasi .  Dari sejak gw pertama kali mendaki, jiwa-jiwa yang tenang dalam hidup gw mulai berontak, manyatakan bahwa dalam jiwa gw terdapat jiwa yang tidak bisa hanya diam, ya sebut saja bahasa kerennya “gw punya jiwa petualang” dan gw yakinkan itu setelah gw baca buku tentang jenis karakter yang dimiliki orang. Sejak saat itu pula gw sering banget berkhayal melakukan suatu petualang yang kadang sedikit tolol juga sih secara gw bukan anak pecinta alam yang dibekali dengan skill dalam bertahan hidup di alam, gw Cuma anak kampung sob. Ada suatu ketika disaan itu gw sedang menghadapi ujian, karena ketololan gw, gw belajar sambil gendong kerrir men, hahah. Jujur setelah pertama kali gw mendaki gunung,  gw ketagihan parah buat terus mendaki gunung, tak jarang gw sering ngajak teman-teman gw buat mendaki gunung, dan teman gw sih mau-mau aja gw ajakin naik. Seiring berjalannya waktu gw mendapatkan pengalaman dari beberapa kali mendaki gunung, dan gw bisa mengambil hikmah dari setiap pendakian yang gw lakuin.  Cuma karena dalam otak gw bayangan yang sering muncul hanya jalan-jalan, backpacker,dan mendaki sehingga mungkin kuliah gw jadi kurang focus, nilai-nilai gw banyak yang memble dan hanya bernilaikan “Alhamdulillah saja”, dan satu hal yang gw sadari setelah gw menyukai hobby gw yang baru ini “backpacker dan mendaki”, dengan hobby ini gw ga mungkin bisa menyalurkan hobby gw ini jika gw bekerja sebagai pegawai kantoran, mulai dari sejak itu gw ga punya cita-cita menjadi seorang dokter hewan , ya walapun gw selalu diracuni sama dosen gw kalau dokter hewan itu menjanjikan, semuanya menurut gw kembali lagi pada diri kita nya sendiri bukan pada “jebolan universitas dan fakultas yang menghasilkan kita”. Hingga terlahir cita-cita gw pengen menjadi seorang wirausaha, untuk menjadi seorang wirausaha “konon” katanya membutuhkan keberanian yang tinggi, sama tuh kaya hobby gw perlu keberanian yang gede hahaha, gw mikir kalau gw menjadi seorang wirausaha gw bakalan punya waktu lebih untuk menyalurkan hobby gw, layaknya pepatah “sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui” nah selain gw melaksanakan hobby, gw menjadikan hobby gw tersebut sebagai lahan dollar . setiap manusia punya impiannya masing-masing, asalkan setelah kita punya mimpi kita harus segera bangun dan segera mengejar impian kita tersebut, kata orang bijak kan “hidup berawal dari mimpi”. Banyak dari sahabat disekitar gw yang mengispirasi gw, dan terkadang bikin gw iri, namun sewaktu gw iri gw mikir lagi kenapa harus iri “gw ga sedang bersaing dengan siapapun juga, gw sedang bersaing dengan ego gw sendiri” jadi nikmati dan syukuri apa yang sudah ada, dan mengejar yang belum ada itu harus dilakukan. Gw sih yakin (bukan untuk sombong), walaupun gw bukan siapa-siapa dan hanya anak kampung, tapi ada sesuatu yang dikagumi orang lain dari diri gw dan mungkin ga sedikit juga yang benci sama gw haha, ya pada dasar nya kan manusia tercipta untuk saling melengkapi, saling mengisi kekosongan, karena gw pun suka mengagumi orang. Hal yang membuat gw suka melakukan perjalanan adalah saat kebersamaan dengan teman-teman, canda tawa, saling menguatkan, saling membatu, pokonya ketauan deh baik buruknya teman kita kalau gitu apa lagi kalau mendaki gunung. Kalau dengar kata mendaki gunung ada satu gunung yang pengen gw rasakan pelukan suasana alamnya, yap guys gunung rinjani yang pengen banget gw daki gunung ini emang merupakan salah satu gunung favorit para pendaki, pokonya ga suah gw certain deh keindahannya karena gw belum kesana, semoga saja 2013 ini gw bisa kesana. Dan satu lag terkait pendakian gunung yang pengen gw lakuin yakni membawa sahabat-sahabt gw berkemah di ranukumbolo dan menikmati indahnya 7 spot menakjubkan lainnya di sekitar gunung bromo. Masih banyak yang bakalan gw certain di kisah “ NEKAD TRAVELLING” ini, sok pantengin terus aj bloh gw sob, semoga kita bisa saling berbagi pengalaman dan kisah hehehe

    KULINER WONOSOBO POENYA

  • Monday, September 30, 2013
  • mansyurahmad.blogspot.com
  • Label:


  • Wonosobo merupakan sebuah kabupaten kecil yang berada di provinsi jawa tengah.  Wonosobo memiliki udara yang sejuk, karena wonosobo dikelilingi oleh gunung-gunung, seperti gunung sindoro, sumbing, perahu, selain itu juga dekat dengan pegunungan dieng.  Wonosobo terkenal dengan buah khas yang keberadaanya hanya ada di tiga Negara di dunia, dan salah satu Negara yang cocok untuk pertumbuhan buah ini adalah di Indonesia.  Di Indonesia pun hanya di wonosobo saja buah ini dapat tumbuh dengan sempurna seperti seharusnya. Yap buah ini namanya carica.  Carica hamper mirip dengan papaya namun ukurannya lebih kecil dan konsistensinya lebih keras, carica hanya dapat tumbuh normal di wonosobo, karena habitat almi dari pohob buah carica adalah di dataran tinggi, pohon carica juga bisa tumbuh di daerah selain wonosobo namun buah yang dihasilkannya akan lebih mirip seperti buah papaya, ukurannya akan jadi lebih besar dari carica yang ditanam di daerah semestinya ia tumbuh. 



     Warga wonosobo menjadikan buah ini sebagai buah tangan khas kota wonosobo, dengan sedikit keterampilan warga wonosobo mengolah carica ini menjadi sebuah manisan yang dikemas dalam toples.  Rasa dari manisan carica ini memang enak, terlebih bila sebelum di santap disimpan terlebih dahulu dalam lemari es, rasanya akan semakin maknyuusss.  Selain carica wonosobo juga memiliki kuliner khas lainnya yaitu mie ongklok, dan tempe kemul. 
    Mie ongklok ini cukup unik dibandingkan dengan mie lainnya. Mie ongklok biasa disajikan dengan sate sapi, dan ditemani dengan tempe kemul, rasanya mampu membuat lidah kita bergoyang, terlebih bila kita menyantap mie ongklok ini disaat hujan.  Selain punya kuliner khas, wonosobo juga terkenal dengan kerukunan antar umat beragamanya, di wonosobo jarang sekali bahkan mungkin tidak pernah terdengar kerusuhan antar pemeluk agama atau keyakinan, karena warga di wonosobo mampu hidup berdampingan dan saling menghargai.

    PULAU PRAMUKA

  • mansyurahmad.blogspot.com
  • Label:
  • pulau pramuka berada di kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu.  pulau pramuka terkenal sebagai tempat snorkling.  pulau ini memiliki luas sekitar 9 ha, dengan total penduduk sekitar 1000 jiwa.  untuk menuju pulau pramuka dapat ditempuh melalui jalur laut yakni menyebrang menggunkan kapal dari pelabuhan muara angke dengan waktu tempuh sekitar 2,5-3 jam (jika menggunakan kapal tradisional). untuk biaya satu kali penyebarangan perorang dikenakan biaya sebesar Rp.33.000.  kapal penyebrangan yang menuju pulau pramuka dari muara angke berangkat sekitar pukul 07.00 WIB, dan kapal yang menuju muara angke dari pulau pramuka brangkat sekitar pukul 07.300 WIB. untuk sekedar melepas kepenatan dengan rutinitas kerja pulau pramuka bisa menjadi salah satu alternatif wisata pilihan terutama untuk yang berada di kawasan sekitar jabodetabek, pulau pramuka cukup menawarkan pesona alam bawah laut yang cukup indah, dari mulai terumbu karang dan ikan-ikan hias yang ada disana.  utnuk masal penginapan tak usah khawatir karena pulau tersebut berpenghuni, dan sudah menjadi salah satu tujuan wisata dikepulauan seribu, jadi fasilitas nya sudah cukup memadai.  mulai dari tempat makan atau penginapan. banyak homestay yang harganya terjangkau. di pulau pramuka juga terdapat sebuh penangkaran penyu, yang diberdayakan oleh warga dengan suka rela.  penyu-penyu tersebut terjaring secara tidak sengaja oleh para nelayan, ataupun dari hasil patroli penyelamatan penyu, di sana juga terdapat beberapa penyu dewasa yang sudah mengalami kelainan fisik atau abnormal. selain ada penangkaran penyu, ada juga wahana permainan banan boat, untuk biaya nya sendiri dikenakan sebesar Rp.25.000 perorang untuk 15 menit.


    PUSAT PENYELAMATAN SATWA CIKANANGA (PPSC)

  • mansyurahmad.blogspot.com
  • Label:



  • Pusat penyelamatan satwa cikananga (PPSC) merupakan salah satu lembaga konservasi exsitu yang berada di sukabumi, PPSC sendiri merupakan salah satu dari tujuh pusat penyelamatan satwa yang ada di Indonesia.  pada awal pendiriannya PPSC dibiayai oleh lembaga Gibbon Foundation. Lembaga tersebut merupakan penyalur bantuan internasional untuk konservasi satwa, namun sekarang Gibbon sudah tidak lagi membiayai semua PPS yang ada di Indonesia karena suatu hal terkait masalah internal antara Gibbon sendiri dengan pemerintah Indonesia, dalam hal ini yang menjadi masalahnya adalah terkait hak dan kewajiban.  Untuk pembiayaan pakan satwa, obat-obatan, serta gaji para keeper dan pengurus PPSC mengandalkan dari para bule yang magang disana, karena disana biasanya tiap bulannya ada bule, entah mahasiswa ataupun peneliti yang hendak melakukan penelitian dll. untuk para tamu asing tersebut biasanya dikenakan uang bayaran. Selain tamu asing kadang dikala liburan tiba ada beberapa mahasiswa yang magang disana, biasanya  mahasiswa biologi, kehutanan, ataupun mahasiswa kedokteran hewan, namun untuk para mahasiswa pribumi hanya dikenakan biaya untuk dormitory saja selama kita berada disana, untuk harganya sendiri tergantung dari kemampuan kita meloby.  Untuk makan hewan yang ada di sana, biasanya PPSC menerima sumbangan buah-buah yang tidak laku terjual dari pasar ataupun dari swalayan disekitaran sukabumi.
    Letak kawasan PPSC nya sendiri berada di sebuah desa yang asri, hening dan tenang, mungkin untuk beberapa orang yang pernah berkunjung kesana akan merasakan rasanya ingin berkunjung untuk yang kedua kalinya, karena suasananya, selain itu para keeper (pawang/orang yang menangani hewan) disana semua ramah-ramah, dan sekalinya udah becanda bikin kulit perut sakit, apa lagi kalau mereka udah pada ngisengin para bule nyuruh bicara pake bahasa Indonesia atau bahasa sunda, yang padahal kata-kata tersebut jorok atau kasar, kita yang mendengarkannya malah tertawa karena logat ataupun ekspresi mereka saat mengucapkan kata-katanya  Letak PPSC dari pusat kota lumayan cukup jauh, dan disekitaran PPSC tidak ada warteg ataupun tempat makan, warungpun jaraknya cukup jauh juga, namun jika kita hendak magang atau berkujung kesana dan hendak menginap, jangan khawatir, karena disana kita bisa memesan makan pada warga sana yang biasa memasakan makanan untuk para tamu yang hendak magang disana, untuk harga sendiri tergantung dari kemampuan meloby, dan tergantung lauknya.