Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image

CATATAN BERSAMA HIMPRO SATLI

  • Monday, July 15, 2013
  • mansyurahmad.blogspot.com
  • Label:


  • KULIAH PEMBEKALAN MAGANG KERJA HIMPRO SATLI 2013
    FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN
    INSTITUT PERTANIAN BOGOR
    2013

    Oleh :
    Irwan Manshur Ahmad
    B04090135

    1.      Apa sih arti dari Magang atau Intership…??
    Magang atau Intership adalah suatu kesempatan untuk mengintegrasikan antara ilmu yang sudah didapatkan di bangku kuliah dengan praktik dilapangan untuk mendapatkan pengalaman karir terkait menjadi sarjana pendidikan dengan berpartisipasi dalam rencana kerja yang diawasi

    2.      Apa Manfaat magang…?
    Beberapa contoh manfaat mengenai magang adalah sebagai sarana uji coba diri dalam dunia kerja, Menambah pengalaman, Mendapatkan ilmu yang tak diajarkan dibangku kuliah, Menambah koneksi, Mengetahui proses dibidangnya, Menambah softskill, dan tentunya Jalan-jalan.

    3.      Peralatan apa saja Yang harus di bawa :
    No Hp/kantor instansi/dokter hewan tempat kita magang, Catatan, Alat perekam/camera/handicamp, Warpack/scrub/jaslab, Sepatu boot, Alat madi dan alat sholat, Pakaian sopan seperlunya, Laptop, Alat penghibur diri, Uang cash/tunai, Borang Magang, Senter/emergency lamp, Perlengkapan situational-optional: (kompor, nesting, rice cooker, pisau lipat, jaket , payung , )jas hujan, dll.

    4.      Persiapan packing
    Bawa perlengkapan yang perlu, terutama perlengkapan standar magang Kenali lokasi magang sehingga paham mana yang perlu dan tidak perlu dibawa


    5.      Info Yang harus diketahui
    Sebelum kita menuju tempat kita  magang , maka kita harus mengantongi info-info penting seprti letak keberadaan tempat kita magang, Sarana transportasi menuju lokasi kita magang, Tempat makan selama di tempat magang, dan Tempat untuk kita tinggal

    6.      Kegiatan ditempat magang
    Kegiatan-kegiatan ditempat magang biasanya disesuikan dengan tingkatan semester bangku kuliah, dan kegiatannya meliputi Sanitasi, Nutrisi, Kesehatan , dan Interaksi/diskusi/share. Kegiatan sanitasi biasanya terdiri dari Bersih-bersih kandang, Bersih-bersih dilingkungan sekitar kandang , Memandikan hewan.  Kemudian  kegiatan kita saat dibagian nutrisi ialah memformulasikan ransum jenis pakan, memotong-motong sayur atau pakan, distribusi pakan serta ppemberian pakan, dan terkadang ada  pembuatan suplemen untuk hewan. Di bagian kesehatan biasanya kita diberi kesempatan untuk melakukan Pemberian obat/vitamin, pemeriksaan feses, mempersiapkan alat-alat untuk operasi/nekropsi, pengenalan jenis obat-obatan yang biasa digunakan

    7.      Kewajiban :
    Selama kita melakukan kegiatan ditempat magang kita harus mematuhiaturan-atuean yang telah dibuat dan berlaku ditempat kita magang, seperti menyepakati jadwal yang diberikan, bekerja dengan baik, menjaga nama baik kita berasal, atau nama almamater yang kita bawa ke tempat magang tersebut.

    8.       JANGAN LUPA…!!
    Setelah acara magang selesai hendaknya kita berpamitan kepada seluruh jajaran instansi tempat kita magang, minimal dengan orang-orang yang terlibat dengan kita saat kita magang, catat nomer teleponnya, jaga selalu hubungan baik dengan semuanya, dan satu lagi jangan lupa cicipi makanan khas daerah tersebut, dan satu hal yang tak kalah penting adalah kembali pulang ke tempat asal jangan sampai menetap apa lagi menetap dikandang hewan.

    IGTF KUDUS CHAPTER #3

  • mansyurahmad.blogspot.com
  • Label:


  • INSPIRASIKU DI IGTF KUDUS 2013
     “WE ARE SUPER TEAM NOT SUPER ONE”
    (Tugasmu adalah tugas kita, bebanmu adalah beban kita, lukamu adalah luka kita, kesalahanmu adalah kesalahan kita, dan kesuksesan milik kita bersama)



    Dalam sebuah keorganisasian tidak akan luput dari berbagai seksi, divisi, atau departemen yang membentuk satu organigram keorganisasian yang utuh sesuai dengan fungsi dan tujuan dari organisasi tersebut.  Dalam sebuah seksi, divisi, ataupun departemen juga terdiri dari beberapa orang yang menghuninya, yang sudah pasti memiliki pemikiran dan cara berpikir yang berbeda pula, ditambah dari latar belakang dan budaya yang berbeda akan menambah khasanah serta keanekaragaman dalam menghasilkan suatu mahakarya keputusan yang bisa diterima dan dijalankan secara baik dan benar oleh seluruh bagian dari organisasi tersbut.
    Salah satu bentuk keorganisasian yang paling sederhana adalah turut serta berpartisipasi menjadi peserta dalam suatu kegiatan yang diadakan oleh suatu instansi ataupun oleh suatu organisasi.  Dalam suatu kegiatan yang terdiri dari beberapa pesertapun nantinya akan membentuk suatu organigram yang fungsinya mengkrucutkan dalam pembagian tugas masing-masing demi tercapainya kegiatan tersebut secara lancar dan mendapatkan hasilnya yang maksimal.
    Dalam suatu kegiatan tersebut tidak akan luput dari perbedaan pendapat, adu argument, dan bahkan perselisihan.  Semua hal tersebut keberadaanya tidaklah buruk dan ketidakhadiran hal tersebut bukan berati baik pula.  Ada pula ketika suatu rangkaian kegiatan yang selalu berjalan mulus, tanpa menemui suatu perdebatan ataupun suatu perbedaan pendapat, kegiatan tersebut akan terlihat dan terasa datar-datar saja, dan bahkan susah mengalami peningkatan, karena selalu berada di zona nyaman.
    Suatu kegiatan yang memiliki suatu permasalahan dalam beberapa hal, katakan masalah  perdebatan yang disebabkan karena adanya perbedaan pendapat antar individu, atau antar peserta sehingga meningkatkan tendensi, ini bisa menjadi salah satu motivasi bagi peserta atau tim untuk menyelesaikan persoalan tersebut, dan tidak jarang ketika permasalahan tersebut muncul akan mucul sosok leader yang menonjol dari peserta atau tim tersebut yang akan memimpin jalannya kegiatan tersebut.  Selain munculnya sosok leader maka akan bermunculan pula sosok pribadi yang lebih dewasa dalam menentukan dan memutuskan kebijakan hal ini didasari oleh tanggung jawab yang dipikul oleh masing-masing bagian dari peserta atau tim dari kegiatan tersebut.
    Dalam proses pencapaian tersebut perlu disadari oleh setiap insan ataupun peserta atau tim dari kegiatan tersebut akan pentingnya suatu kemampuan meredam ego, menghargai perbedaan, mengakui hak orang untuk berpendapat, mentaati suatu keputusan, bekerja sesuai ranah, mempercai kemampuan orang lain, saling mengingtkan, saling membantu, saling menguatkan, dan menyadari bahwa suatu kegiatan atau suatu tim adalah gabungan dari berbagai instrument yang berbeda, dan ketika kita terlibat didalamnya maka kita adalah bagian dari instrument penting tersebut.  Ketika kita tidak menjalankan tugas kita sesuai dengan instrument, maka instrument-instrumen lain akan terkena dampaknya, yakin dan percayalah kita dibutuhkan dalam tim tersebut karena keberadaan kita vital, suatu kesatuan tidak akan bisa berjalan karena adanya suatu instrument yang hilang, dalam satu kesatuan kegiatan kita harus mempercayai landsan “We Are Super Team, Not Super One”.  Suautu kegiatan takan berjalan dan menghasilkan sesuatu yang maksimal walaupun memiliki seorang leader yang serba bisa tanpa didukung oleh kesatuan yang saling bersinegis.
    Layaknya kawanan burung liar yang hendak bermigrasi makan akan membentuk suatu formasi berbentuk huruf “V”, formasi ini untuk memudahkan mereka dalam membelah arus angin saat terbang mencapai tujuan, titik poros terdepan dari formasi tersebut akan diisi oleh seorang leader, ketika leader tersebut lelah maka dia akan berpindah posisi ke belakang dan titik poros leader akan diisi oleh anggota lainya untuk menjadi leader dan seterusnya begitu sampai kawanan burung liar tersebut tiba di tempat tujuan mereka.  Begitupun dalam suatu kegiatan atau tim kita harus bisa “saling mengisi” kekosongan posisi tersebut.  Tugasmu adalah tugas kita, bebanmu adalah beban kita, lukamu adalah luka kita, kesalahanmu adalah kesalahan kita, dan kesuksesan milik kita bersama, itulah ungkapan betapa pentingnya satu kesatuan dalam menjalankan kegiatan supaya dapat memperoleh hasil yang maksimal.
    Ini kisahku tentang pentingnya arti “kebersamaan, dan satu kesatuan” dalam menjalankan sautu kegiatan dalam sebuh tim yang saya dapatkan selama IGTF Kudus 2013, bagaimana kisahmu tentang pentingnya arti “kebersamaan, dan satu kesatuan” dalam menjalankan sautu kegiatan dalam sebuh tim….??
    BERSAMBUNG DI KISAH IGTF KUDUS 2013 CHAPTER #4

    IGTF KUDUS 2013 CHAPTER #2

  • Friday, July 12, 2013
  • mansyurahmad.blogspot.com
  • Label:
  • INDAHNYA KEBERSAMAAN DI IGTF KUDUS 2013
    (Kudus Kota Kretek, Kudus Kota Tercinta, Kudus Kota Kenangan)


    Dalam sebuah perjalanan dan kegiatan pasti selalu ada kisah, cerita, dan pengalaman yang membekas dalam memory setiap insan pelakunya. Kisah, cerita, dan pengalaman tersebut dapat membekas dalam memory berupa  kenangan manis atau kenangan pahit.  Pada bulan juni minggu terakhir sampai juli minggu pertama saya mendapatkan kesempatan kembali untuk mendapatkan kenangan yang membekas di memory.
    Secara keseluruhan saya mendapatkan pengalaman yang begitu manis, sampai-sampai saya harus berada dalam zona melankolis selama beberapa hari karena merasa berat harus segera berpisah dengan kegiatan yang memberikan kesan manis (IGTF Kudus 2013), keindahan pengalaman manis tersebut tak bisa saya untai dalam kata-kata puitis, dan tidak pula bisa saya gambarkan menjadi sebuah lukisan yang elok, karena begitu indahnya kisah tersebut sehingga saya tak bisa berucap dan menggambarkannya, saya hanya mampu mensyukurinya karena pernah punya kesempatan untuk terlibat dalam acara tersebut (IGTF Kudus 2013).
    Kejadian manis tersebut saya temukan di kota Kudus, kebetulan pada saat itu ada sebuah acara pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Mahasiswa IPB di kota Kudus, saya dan beberapa teman seangkatan serta adik kelas saya terlibat didalam acara tersebut. Kota kudus memiliki keunikan tersendiri baik dari segi budaya maupun geografisnya, salah satu keunikan tersebut ialah Sejak dahulu Kudus terkenal dengan sebutan “Kota Kretek”, karena banyaknya pabrik penghasil rokok yang mensuplai kebutuhan rokok nasional, dan satu kebudayaan uniknya,”masyarakat kudus tidak memotong sapi”,ini terkait pada masa-masa penyebaran islam di kota ini oleh satu dari wali songo yaitu sunan kudus yang “mengharamkan”(selama masih ada hewan lain yang bisa dipotong, tidak usah memotong sapi), ini untuk menghormati umat Hindu.
    Dari contoh kecil cerita unik dari kota kudus, saya mendaptkan banyak pengalaman unik, mulai dari pengalaman yang lucu, menjengkelkan, dan tentunya ilmu yang bermanfaat, satu pengalaman yang lucu ialah ketika kita mencoba mengenalkan teknologi sederhana untuk ternak kepada salah satu warga disana tidak yakin dan tidak percaya karena teknologi yang kita bawa dianggapnya terlalu sederhana “mungkin kurang ilmiah kali ya”, sehingga kata-kata salah warga tersebut nge-Hits bagi para peserta IGTF Kudus 2013 “saya yakin ini pasti harus ada starternya” (starter = semacam produk untuk mempermentasi bahan olahan supaya cepat jadi, matang, atau siap pakai), dan saya sendiri menyebutnya sebagai”Teori Is-Wan-Thog”.
    Selain itu saya juga mendapat pengalaman menjengkelkan ketika saya mencoba makan khas kudus yaitu “sate kerbau dan garang asam”, saat itu kita bertiga (saya : Irwan, bagus, dan ganjar), mampir dikedai sate kudus, kebetulan saya dan bagus dibawa oleh ganjar (anak asli kudus 95%, 5% lagi blasteran #eh keceplosan masbro) ke suatu kedai sate kerbau, dan katanya kedai tersebut sering dikunjungi juga oleh ‘artis-artis yang sedang manggung di kudus, dan penjualnya juga kerap di undang dalam acara-acara khusus untuk membuat dan menyajikan sate kerbau) konon katanya karena rasanya nampol-pol-polan, dan ternyata setelah saya mencicipinya itu bukan ‘konon katanya lagi” tapi benar-benar fakta rasanya sungguh lezat, kejadian ini kenapa saya jadikan pengalaman menjengkelkan karena harga satu tusuk sate kerbau tersebut Rp.3.400, dan tambah menjengkelkannya saya hanya bisa mencicipi 9 tusuk saja (harusnya genap 10 tusuk).
    Satu cerita menjengkelkan lainya adalah ketika saya mampir ke rumah makan “sari rasa” yang menyajikan makanan khas kudus juga yaitu “Garang Asam”, saat itu kita berempat (saya, bagus, denny, dan tentunya pak bos ganjar), awalnya sih saya ga  yakin makanan “garang asam” tersebut rasanya lezat, karena dilihat jasadnya saja dibungkus daun pisang, pokonya kurang menarik, namun setelah bungkusnya dibuka baru muncul ketertarikan saya padanya, setelah tau isinya adalah ayam kampong dan ada tomat-tomat hikaunya, lalu saya mencicipi kuahnya terlebih dahulu “kebetulan ada semacam kuahnya juga”, dan ternyata saya salah duga, makanan yang dibungkus dengan jasad kurang  menarik tersebut rasanya nampol-pol-polan, Cuma satu penyesalan saya yaitu saya Cuma bisa mencicipinya setengah porsi saja karena harganya mahal banget. Jauh-jauh dari bogor Cuma makan sate kerbau 9 tusuk saja dan garang asem Cuma setengah porsi pula, tapi tak apalah selama masih gratis (makan mahal rasa enak di bayarin pula sama pak bos ganjar).

    Selama dikudus selain menggali ilmu, dan sesekali mencicipi semua kuliner khas kudus, saya juga mendapat berbagai inspirasi dari kota kecil nan mungil tapi mempunyai kebudayaan dan keunikan yang besar, selain inspirasi dari kota kudus sendiri saya juga mendapat inspirasi dari kejadian-kejadian dilapangan selama melakukan pengabdian, dan tak kalah pentingnya saya juga mendapatkan inspirasi dari para peserta pengabdian masyarakat. Dari sekian banyak inspirasi yang saya dapatkan adalah inspirasi untuk menulis “suatu teori yang belum tertulis dalam literatur ilmiah”, pertama ternyata warga atau masyarakat “yang saya kunjungi di kudus”  semacam tidak membutuhkan terori tapi membutuhkan bukti yang instan bisa dilihat langsung oleh mata, dan buktinya bisa dirasakan langsung seketika, kedua kudus merupakan kota kretek, walaupun rokok yang dihasilkan dari kota ini setelah dibakar oleh seorang perokok dapat membuat muak orang disekelilingnya yang tidak merokok, namun ada juga yang anti rokok mengakui betapa harumnya aroma rokok atau tembakau ketika lewat ke pabrik-pabrik rokok, ketiga kudus merupakan salah satu kota kenangan bagi sebagian orang yang pernah singgah di kota ini, terutama bagi para muda-mudi yang menemukan cintanya di kota kudus, dan  bagi para muda-mudi yang pernah mengalami praha dalam percintaan di kota ini, dan keempat kudus adalah kota tercinta bagi warga kudus, dan bagi para muda-mudi kesepian yang belum menemukan cinta dan berharap bisa menemukan cintanya disini. Sampai pada suatu hari di suatu desa ada seorang peserta secara tidak sadar pernah nyeleneh “berangkat dari bogor ke kudus status gw jomblo, eh tapi selama dua minggu di kudus dan acara IGTF sebentar lagi beres gw masih aj jomblo”.
    Dari sekian banyak pengalaman yang saya dapatkan selama IGTF Kudus yang saya ceritakan di atas kebenaranya mencapai 98%, dan sisanya 2 % merupakan fiktif belaka untuk membuat tulisan saya menjadi tulisan yang manarik dibaca supaya para pembaca bisa membayangkan betapa indahnya ketika kita bisa saling berbagi kisah dalam kebersamaan dan keanekaragaman budaya yang berbeda, terutama indahnya saat kita bisa  mengabdikan diri di masyarakat dan mengaplikasikan ilmu yang sudah kita dapatkan di kehidupan nyata supaya bisa merasakn seberapa jauhkan perbedaan antara teori dengan praktik dilapangan secara langsung
    BERSAMBUNG DI KISAH IGTF CHAPTER #3


    IGTF KUDUS 2013

  • Monday, July 8, 2013
  • mansyurahmad.blogspot.com
  • Label:


  • IPB GOES TO FIELD (IGTF 2013)
    Di
    KABUPATEN KUDUS

    Pada tahun ini (2013) saya mendapatkan kesempatan untuk turun langsung ke masyarakat mengabdikan diri, melalui program IPB Goes To Field 2013 yang merupakan acara tahunan yang di adakan oleh Institut Pertanian Bogor, dan pada tahun ini merupakan tahun ke 6 program tersebut berjalan.  Berawal dari ajakan teman saya (ketua pelaksana IGTF 2013 di kabupaten Kudus), saya mencoba untuk ikut dalam acara tersebut, awalnya saya hanya mengira acara tersebut tidak lebih dari sekedar acara KKN yang biasa dilakukan oleh mahasiswa tingkat akhir sebagai prasyarat untuk mendapatkan nilai dan surat kelulusan, namun dugaan saya keliru ternyata acara IGTF ini sangat berbeda sekali dengan KKN, karena dalam acara IGTF ini benar-benar murni atas dasar kemauan diri sendiri untuk mengabdikan diri kepada masyarakat dan mengaplikasikan ilmu-ilmu  yang sudah didapatkan selama di bangku kuliah.
    Saya menyadari hal tersebut setelah saya di ajak terlibat langsung oleh ketua pelaksana (Ganjar Alaydrussani) untuk mengurusi dan menyusun program-program yang akan dilaksanakan dalam acara IGTF yang berlangsung selama 2 minggu di Kabupaten Kudus. Acara persiapan IGTF sendiri di mulai dari pembukaan pendaftaran peserta, pembagian kelompok, registrasi ulang peserta, pemilihan kordinator desa, kuliah pembekalan, dan persiapan sebelum keberangkatan, diluar persiapan itu sendiri ada persiapan-persiapan yang cukup memakan waktu, menguras pikiran, dan tenaga, terlebih persiapan tersebut dilaksanakan seminggu menjelang ujian akhir semester dan semasa ujian berlangsung, lamanya persiapan secara keseluruhan sekitar satu bulan, dan sekali lagi saya diberikan kesemptan oleh saudara Ganjar Alayydrussani (Ketua Pelaksana IGTF Kudus 2013) untuk terlibat dalam persiapan-persiapan tersebut.
    Dalam persiapan dan pelaksanaan IGTF Kudus 2013 tersendiri, kepanitiannya hanya berisi tiga orang dan satu pembimbing, untuk ketua pelaksana sendiri dipegang oleh saudara Ganjar Alaydrussani, untuk bagian program di pegang oleh saudara Bagus Aditya Putratama, dan saya sendiri dipercayai oleh ketua (Gnajar A) sebagai bendahara dan bagian kepesertaan dan yang menjadi Pembimbing IGTF Kudus 2013 adalah Prof. Dr. drh Agik suprayogi MSc, AFI. 
    Acara IGTF Kudus 2013 ini berlangsung kurang lebih selama dua minggu. Pada hari sabtu tanggal 22 juni 2013 seluruh rombongan peserta tetap IGTF yang akan disebar ke beberapa kabupaten di Indonesia untuk mengabdi di masyarakat dilepas oleh rektor IPB yakni Prof, Dr Ir Herry Suhardiyanto, MSc,  pada keesokan harinya tanggal 23 juni 2013 sekitar pukul 14.30 WIB rombongan peserta tetap IGTF kudus 2013 diberngkatkan ke kabupaten kudus, total seluruh peserta tetap IGTF kudus 2013 sebanyak 36 namun waktu keberangkatan hanya sebanyak 34 orang karena dua orang lagi menyusul.  Keseokan harinya tanggal 24 juni 2013 rombongan peserta IGTF Kudus 2013 tiba di tanah para wali dan kotanya kretek, para pesrta begitu sampai di Kudus langsung menuju kantor dinas pertanian, peternakan, dan kehutanan kabupaten kudus disana kita disambut langsung oleh kepala dinasnya sendiri dan aparatur dinasnya.
    Dikantor dinas sendiri kita meperkenalkan diri serta menyampaikan tujuan dan maksud dari kedatangan kita di kapuaten kudus yang dalam hal ini diwakili oleh saudara Ganjar Alaydrussani yang merupakan ketua dari acara IGTF 2013 di kabupaten kudus, bagi saudara Ganjar sendiri ini adalah acara IGTF tahun kedua yang diketuai olehnya, tahun pertama yakni pada tahun 2012 untuk pertama kalinya saudara ganjar memprkenalkan acara IGTF dikabupaten kudus, namun waktu itu berbarengan dengan acara pengabdian masyarakat mahasiwa Fakultas kedokteran Hewan IPB (Abdi Nusantara VI) angkatan 2009, jadi orang-orang dinas sudah sudah tidak asing lagi dengan saudara Ganjar, selain itu saudara Ganjar merupakan putra daerah asli Kudus tepatnya dari desa Karangmalang RT 01, RW 02 kecamatan Gebog, sudah wajar apabila beliau menjadi putra daerah yang membanggakan untuk kabupaten Kudus, berkat keberaniannya beliau menjadi ketua dan keberanianya membawa kawan-kawannya (Masiswa FKH’09) untuk melaksanan acara pengabdian masyarakat di Kudus pada 2012, dan keberaniannya kembali menjadi Ketua IGTF 2013 di Kudus sehingga disepakati dan ditandatanganilah surat kerja sama antara pemerintah kabupaten Kudus dan IPB yang berarti kegiatan IGTF ini menjadi acara tahunan yang rutin dilaksanakan di kabupetn Kudus.
    Pada tanggal 25 juni 2013 seluruh peserta IGTF Kudus 2013 yang sudah ditempatkan di desa terpisah yakni desa Ternadi, desa Honggosoco, dan desa Bulungkulon menuju pendopo kabupaten Kudus untuk mengikuti acara penyambutan dari pemerintah kebupaten kudus, namun pada kesempatan ini sayanganya bupati kudus tidak bisa hadir karena beliau sedang ada tugas ke Jakarta, maka untuk penyambutan dari pihak pemkab Kudus diwakilkan kepada kepala dinas pertanian, peternakan dan kehutanan kabupaten Kudus yakni Ir Budi Santoso MM.  Pada kesemptan ini hadir pula pembimbing IGTF Kudus 2013 Prof. Dr. drh Agik suprayogi MSc, AFI yang memberikan sambutannya mewakili IPB dan menjelaskan maksud serta tujuan kegiatan IGTF di kabupaten Kudus.
    Tema dari IGTF Kudus 2013 ini sendiri ialah “Pengembangan Usaha Tani Terpadu : Peningkatan Kapasitas Peternakan Di Kabupaten Kudus” acara-acara pokok yang dilaksanakan selama IGTF berlangsung ialah pemberian obat cacing untuk ternak secara gratis, desinfeksi dan sanitasi kandang, pengenalan teknologi lubang resapan biopori, pengenalan formulasi ransum atau pakan untuk ternak, dan pembuatan kompos sebagai cara penanggulangan polusi udara dari kotoran ternak terhadap lingkungan  dan pemanfaatan kompos sebagai pupuk organik.
    Secara keseluruhan pelaksanaan program berjalan selama Sembilan hari yakni dimulai 26 juni sampai 04 juli 2013, pada hari terakhir pelaksanaan program diisi dengan peliputan oleh media TV local dan kunjungan dari pejabat LPPM-IPB (lembaga yang mengadakan IGTF), masing-masing desa diliput dengan program unggulan masing-masing mulai dari desa Bulungkulon tentang desinfeksi dan sanitasi kandang serta pemberian obat cacing dan katulac, lalu dilanjutkan ke desa Honggosoco tentang pengenalan Formulasi Ransum atau pakan ternak serta pengenalan teknologi lubang resapan biopori, dan peliputan di akhiri di desa Ternadi yakni tentang pengenalan Kompos, masing-masing dari desa tersebut ada mahasiswa yang diwawancarai serta diliput untuk menerangkan program, teknologi, mapun produk yang dibawa dari IPB.  Di desa Bulungkulon sendiri diwakli oleh saudari Erdina Pangestika yang merupakan kordinator untuk desa tersebut, kemudian di desa Honggosoco diwakili oleh saudari Wahyu Sri Wulandari dan Fathia Mutiara Zahra, dan terakhir di desa Ternadi di wakili oleh saudara Ankgie Herris Striadi dan sudari Fitriatus Soleha.
    Acara IGTF Kudus 2013 diakhiri dengan acara pelepasan dan laporan pertanggungjawaban kegiatan yang dilaksanakan di kantor dinas pertanian, peternakan, dan kehutanan pemkab Kudus, acara ini sendiri diawalai dengan laporan pertanggungjawaban kegiatan yang disampaikan oleh ketua IGTF Kudus 2013 saudara Ganjar Alaydrussani, laporan kegiatan ini sendiri berisi semua kegiatan yang telah dilaksanakan di tiga desa yakni desa Bulungkulon, desa Honggosoco, dan desa Ternadi, kemudian dilanjutkan dengan pelepasan oleh pihak dinas yang dalam hal ini disampaikan oleh Ir Budi Santoso MM.
    Selama acara pelaksanaan program IGTF berlangsung banyak sekali ilmu dan pengalaman yang kita dapatkan, terutama ilmu yang tidak diajarkan dalam bangku kuliah.  Acara IGTF ini sendiri selain sebagai sarana pembelajaran bagi para mahasiwa dalam mengaplikasikan disiplin ilmu masing-masing jurusan dalam masyarakat, IGTF ini menjadi salah satu pemecahan masalah yang ada dalam masyarakat terkait pertanian, peternakan, kesehatan hewan,kehutanan,  teknologi, dan management hasil dari pertanian dan peternakan sehingga menambah daya jual dari produk tersebut.
    Banyak hal yang terkesan dan terkenang dalam hidup saya setelah mengikuti kegiatan IGTF ini, banyak pengalaman yang belum pernah di dapatkan sebelumnya, mengenal karakter teman dilapangan, mengenal karakter masing-masing kelompok yang beragam, mengenal keanekaragaman antar desa dan antar masyarakatanya sekaligus mengenal keanekaragaman pemerintah desanya. Acara IGTF Kudus 2013 ini mungkin akan menjadi salah satu kisah paling manis dalam perjalanan hidup saya yang susah untuk dilupakan, tak ada kata-kata lain selain sembah syukur kehadirat-MU ya Allah atas kesempatan ini. Ibarat pepatah “satu kali mendayung dua, tiga pulau terlewati” itulah ungkapan yang saya lontarkan untuk IGTF Kudus 2013, bagi pecinta kuliner nusantara dan traveller kudus menyediakan makanan khas seperti soto kudus, nasi pindang kebo, sate kebo, garang asam, lentog, nasi tahu gimbal, dan tentunya jenang kudus, dan bagi para penikmat rokok kudus merupakan kota kretek disini banyak pabrik rokok-rokok terkenal seperti PT Djarum Tbk, Nojorono, dan ada juga rokok local yang tak kalah menariknya seperti senior, W mild,aroma, dan masih banyak lagi dan bahkan dikudus terdapat museum kretek dan tentunya ada Oasis Djarum dan Gor bulu tangkis Djarum yang sering masuk TV, bagi wanita-wanita lajang kudus merupakan kota tercinta karena kudus memiliki pria-pria hitam manis yang siap mencintai dan menyayangi wanita sampai maut memisahkan cintanya, bagi para lelaki pencari cinta kudus merupak kota kenangan, karena kenagan masa lalunya tentang cinta yang manis yang pernah iya temukan di kota kudus, (*eeeehhhh just kidding bro and sis heheheh)
    Tak lupa saya uacapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada teman saya Ganjar Alaydrussani yang telah mengajak saya bergabung dalam acara IGTF dan memberikan kepercayaan kepada saya untuk menduduki posisi bendahara dan bagian kepesertaan, terimaksih saya uacapkan kepada teman saya Bagus Aditya Putratama yang telah memberikan pengalaman berharga tentang arti dari perbedaan watak, saya ucapkan terimakasih kepada teman saya M.denny sapto yang telah mengajarkan saya tentang sebuah kepercayaan diri, saya ucapkan terimakasih pada pembimbing IGTF Kudus 2013 . Dr. drh Agik suprayogi MSc, AFI yang telah memberikan wejangan maut “kalau bisa sekarang kenapa harus nanti?”, dan tak lupa kepada teman-teman FKH 48 (erdina, khoiri, moy, gege, dini, oka, pong, maul, frisko, ida, inyoong, rianti, tatat, deandra, fathia, sri, ago, beta, zizi, dory, NJ, princess, esty, via) fapet 47 (ayu), AGH 48(bimo, zafi) IE 48 (feri. Ari), AGB 48(esti, faiz), semoga hubungan baik yang kita bangun selama IGTF berlangsung terjaga sampai tua dan IGTF Kudus 2013 ceritanya akan terdengar sampai anak cucu kita.  Saya bangga bisa menjadi bagian dari peserta IGTF Kudus 2013 karena banyak kisah indah yang terukir bersama kalian, banyak pengalaman yang didapat, dan tentunya bisa mendapatkan teman-teman baru seperti kalian yang masih muda dan selalu antusias dalam menuntut ilmu dan menambah pengalaman, dan saya yakin kalian juga pasti bangga menjadi peserta IGTF Kudus 2013 karena disaat temen-temen kalian liburan, kalian malah dengan sukarela mengebdikan diri kepada masyarakat saya acungi jempol terlebih lagi kalian baru semester 4 (98%), jadi wajarlah apabila kemampuan dan pengalaman kalian dalam mengabdi kepada masyarakat jauh lebih banyak dibandingkan temen-temen kalian


    BERSAMBUNG.........