Bagaikan pedang yang memiliki dua mata, satu sisi
bisa menyelamatkan dan satu sisi bisa membunuh ketika kita tidak pandai dalam
memainkanya, layaknya dalam hidup ini selalu ada dua sisi yang berbeda dan
selalu memberikan pelajaran yang berbeda, yang dapat memainkan pedang dua
mata,dan menuntun dalam menjalani hidup dengan dengan benar, adalah rasa syukur
dimana kita berada atas apa yang kita miliki. Dua masalah klasik yang sering
dihadapi seorang mahasiswa adalah antara serius soal akademik atau serius saoal
softskill karena dua hal ini merupakan dua sisi yang berbeda, dan hanya segelintir
orang saja yang mampu memainkan kedua sisi ini walaupun tak akan maksimal
dibandingkan dengan memutuskan untuk menekuni salah satu diantara 2. Suatu
ketika saya bertemu dengan seorang kakak kelas dalam sebuah acara gathering dia
berceloteh singkat namun pasti “gua nyesel pas kuliah terlalu serius dan ga
pernah main, sekarang susah banget nyari waktu buat main kalau sudah kerja”
sedangkan saya pernah berceloteh sebaliknya dengan celoteahan dia “nyesel
rasanya gua sewaktu masa sarjana strata satu ga pernah bener-bener belajar
terlalu banyak memikirkan yang tak guna, terlalu banyak main-main, sampai
sekarang gua udah lulus tapi gua serasa tak punya ilmu apa-apa”. Kedua
celotehan tersebut jelas berbeda yang satu serius dan yang satu tak pernah
serius. Sebelum mendengar coletahan kakak kelas tersebut saya sempat merasa
bersalah dan hidup ini terasa dilumuri oleh lumpur kenistaan akibat apa yang
telah saya lakukan dimasa lampau namun akibatnya terasa sekarang. Namun setelah
mendengar celotehan kakak kelas saya tersebut saya sadar, ini bukan hanya
penyesalan semata melainkan soal kemampuan untuk memaafkan diri sendiri atas
kesalahan yang telah dilakukan dimasa lalu, bukan soal perkara mudah dalam
memaafkan kesalahan diri sendiri, disini membutuhkan kesabaran dan keikhlasan
yang besar. Ketika kita tidak mampu memaafkan kesalahan kita sendiri maka kita
akan terus berkutat dalam lumpur penyesalan yang akan menghambat kesuksesan.
Ada pepatah mengatakan “sesuatu yang berlebihan itu tidak baik” sama halnya
dengan serius dan santai apabila kedua sifat ini diaplikasikan secara
berlebihan, akan berdampak buruk pada diri kita sendiri. Tak jarang jalan yang
harus kita lewati bukanlah hal yang kita inginkan, semisal kita sangat
mendambakan A namun yang kita dapatkan malah B, sebenernya apabila kita mampu
menjalani semuanya, termasuk hal yang bukan kita inginkan dengan ikhlas, hal
tersebut akan membawa dan menuntun kita ke arah yang kita inginkan. Setiap orang
memiliki kelebihan dan rezeki yang berbeda dalam segala hal, termasuk dalam hal
akademik semasa perkuliahan. Ada orang yang gampang sekali memproleh nilai
bagus namun dia sangat kesulitan mendapatkan waktu luang dan kebebasan untuk
sekedar bermain dan berinteraksi dengan orang banyak, adapula orang yang sangat
mudah sekali berinteraksi dengan banyak orang, pandai bergaul, dan punya banyak
waktu untuk bermain, namun dia sangat kesulitan dalam meraih prestasi akademik.
Pengalaman ini saya alami sendiri, saya sangat tertatih-tatih dalam urusan
akdemik walaupun sudah banting tulang untuk mendapatkan hasil bagus sangat
susah sekali, hanya untuk sekedar mendapat nilai “C” saja rasanya saya harus
mati-matian, hal paling berat masalah akademik saya rasakan pada tahun pertama
dan tahun kedua masa perkuliahan, pada saat itu tak jarang saya meneteskan air
mata, karena merasa perjuangan saya sia-sia, saya belajar lebih banyak dari
orang lain, namun hasilnya malah lebih buruk daripada orang yang sama sekali
tidak belajar. Hal tersebut membuat saya sangat tertekan, malu, dan kecewa pada
diri saya sendiri serta malu pada orang tua. Masalah kesulitan akademik tak
hanya beres sampai disitu, menginjak tahun ke 3 masa perkuliahan saya mendapat
kepercayaan untuk memimpin sebuah organisasi kemasiswaan, karena pada saat itu
saya memang aktif di organisasi tersebut, hingga pada saat regenerasi
kepengurusan saya terpilih menjadi ketua, bukan perkara mudah menyeimbangkan
antara kewajiban akademik dengan kewajiban organisasi, disana juga saya sempat
mengalami beberapa konplik internal yang cukup membuat goyahnya roda
kepengurusan saat itu, namun kawan-kawan dan senior yang selalu membantu pada
saat-saat sulit tersebut sehingga membuat saya tetap bertahan, walaupun masa
kepengurusan dibawah saya bisa dibilang gagal, namun kegagalan itu berhenti
hanya pada kepengurusan saya, tidak sampai menurun ke kepengurusan selanjutnya.
Adanya tekanan kewajiban organisasi diatas kewajiban akademik membuat saya
perlahan tapi pasti walaupun tidak signifikan saya mulai bangkit dan tak jarang
di tengah-tengah perjalanan tersebut air mata menentes menjadi saksi bisu
perjuangan saya. Nilai akademik lumayan naik walaupun hanya berbeser 0,0…
sekian saja saya merasa cukup senang, dan mulai saat itu tepatnya semester 5
saya tak pernah sekeras semester 1-4 dalam hal belajar, saya mencoba untuk
lebih rileks dalam belajar, hasil yang didapat cukup agak baik walaupun
kalkulasi nilai indek prestasi komulatif saya sangat jauh dibawah standard tapi
saya tidak terlalu ambil pusing, karena saya yakin IPK bukan penentu
keberhasilan seseorang melainkan hanyalah salah satu prasarat saja. Pada masa
saya megalami kesulitan dalam hal akademis namun saya diberikan kemudahan dalam
hal interaksi dan bersosialisai dengan lingkungan, saya bisa mengeksplor lebih
jauh mengenai karakter saya, hobby saya, dan saya bisa jalan-jalan berkeliling
ke luar daerah, walaupun hanya sebatas di pulau jawa, bali, Lombok, kepulauan
karimunjawa, dan kepulauan seribu, ditengah himpitan ekonomi yang pas-pasan
saya harus Tarik menarik soal manajemen keuangan antara memenuhi kebutuhan
hisup sehari-hari dengan keinginan untuk berpetualang saat hari libur semester
tiba. Untungnya Tuahan memberikan kemudahan dalam hal ini kebutuhan sehari-hari
terpenuhi dan kebutuhan untuk berpetualang juga terlaksana. Kembali lagi ke
prinsip setiap orang memiliki kelebihan dan rezekinya masing-masing, ternyata
sepulang saya dari petualangan saya banyak teman-teman saya yang iri (kok kamu
bisa? Aku juga pengen banget bisa berpetualang seperti kamu) dengan saya
termasuk teman-teman saya mempunyai prestasi bagus dalam akademik, namun
ternyata beberapa dari mereka susah mendapatkan waktu untuk bersosialisai dan
menikmati indahnya alam. Dari sini saya mulai berfikir dan bersyukur ternyata
Tuhan memang maha adil, Tuhan memberikan kesulitan dalam hal A namun memberikan
kemudahan dalam hal B kepada saya, sebalinya teman-teman saya diberikan
kemudahan dalam hal A namun mengalami kesulitan dalam hal B. namun prinsipnya
Tuhan tidak akan memberikan kesulitan diluar batas kemampuan umatnya, sesulit
apapun masalahnya selama otak ini masih berpikir dan mulut masih bisa berbicara
maka pasti ada penyelesaianya. Pengalaman ini memberikan saya informasi mengenai
kelebihan dan kekurangan yang saya miliki. Dalam kondisi apapun kita harus
tetap menghadapinya, walaupun kondisi tersebut bukanlah kondisi yang kita
inginkan, lari dari kondisi yang tidak kita inginkan bukanlah solusi terbaik
dan bukanlah penyelesaian yang bijak, tapi itu akan menjadi tabungan masalah
dalam hidup kita. Jangan mengutamakan hasil yang sempurna, tapi utamakanlah
proses, karena yang paling utama adalah proses menuju kesempurnaan tersebut. Jangan
pernah segan untuk meneteskan air mata dikala masalah merundung, biarkan air
mata mengalir membawa masalah tersebut pergi kalau memang itu yang terbaik,
meneteskan air bukanlah hal yang memalukan, orang yang meneteskan air mata tak
selamanya orang tersebut cengeng, karena tetesan air mata banyak artinya dan
jenisnya, sebut saja tetesan air mata kebagagiaan. Tuhan itu tidak memberikan apa
yang kita inginkan melainkan memberikan apa yang kita butuhkan, Tuhan maha tahu
apa yang kita butuhkan, Tuhan maha tau isi hati kita yang sebenarnya.
ANTARA SERIUS DAN SANTAI
SELAMAT MALAM DUNIA
#WE ARE SUPERTEAM |
Hari ini adalah malam ke 5 saya dan kawan-kawan saya
mendapat tugas jaga di rumah sakit hewan, pada hari ini ada kata-kata yang lagi
In di grup 2 adalah “kata selamat malam dunia” kata-kata ini dipopulerkan oleh
saudara bubu dikala dia sedang terkena serangan cacat mental, dengan gayanya
yang khas mengundang gelak tawa dia mengucapkan kata selamat malam dunia dengan
mimic muka penuh dengan maksud tersembunyi, dan siapa saja yang melihatnya tak
akan menolak untuk tertawa, karena memang ekpresinya mampu mengalahkan kelucuan
dari seorang pelawak terlucu sekalipun yang ada di tanah air ini. Hari ini saya
merasakan sangat tolol ketika saya dan grup saya ditanya oleh dosen pembimbing
mengenai cara membedakan hewan yang mengalami tympani dengan hewan yang
mengalami dysplasia abomasum. Dan sangat jleb banget ketika dosen bicara “itu
semua sudah diajarkan saat masih kuliah di tingkat sarjana”, dalam hati ingin
rasanya bilang “helooooow pakbos emangnya saya malaikat yang bisa mengingat
semuanya tanpa bisa melupakan sedikitpun apa yang telah saya lewati”. Namun disini
posisi dosen sama sekali tidak salah, karena salah satu tugas mahasiswa adalah
tidak boleh lupa hanya dosen yang boleh lupa. Seketika diri merasa seperti anak
SMA yang masih polos baru hari pertama masuk kuliah, padahal saya sudah
menyelesaikan pendidikan sarjana strata satu, yang seharusnya sudah mengusai
dan bisa menjawab pertanyaan mendasar mengenai hal tersebut. Saya tidak bisa
membayangkan apa yang bisa saya lakukan ketika saya nanti ujian lisan dibabak
penentuan masa pendidikan profesi yang ujianya langsung berhadap-hadapan sama
dosen face to face empat mata, dan konon sampai ada juga yang sudah 10 kali
ujian ga lulus. Harus saya akui saya sangat tertekan bila harus berusan dengan
dunia yang berbau akademik yang berbasiskan teori, saya sangat lmabat untuk
mencerna namun sangat cepat lupa, berbeda dengan ketika saya diajak untuk
mendalami ilmu dilapangan lebih ke praktik langsung, saya selalu sangat
bergairah bila dihadapkan dengan pendidikan dilapangan karena saya merasa saya
memang orang yang cukup mampu bertahan di lapangan dan bisa beradaptasi, karena
saya tidak terlalu cupu dalam bersosialisai ketimbang dalam menggunakan otak
untuk mengingat hal yang bersifat teori. Dan hari ini saya sangat merasa
sedikit menyesal, jiper, dan takutnya juga. Saya merasa menyesal juga kenapa
dulu saat kuliah tidak belajar sungguh-sungguh, dan terlalu banyak bermain, dan
jujur saja saya ketika berada dibangku sarjana tidak menikmati masa perkuliahan
malah cenderung stress. Seringnya saya tertekan sebelum tekanan tiba
menghampiri, dan ketika tekanan tiba saya sudah tertekan bertubi-tubi. Jadi pengalaman
yang bisa saya petik jangan tertekan sebelum ditekan, apabila mengalami kendala
dalam hal akademik saat masa menuntut ilmu, maka gunakan prinsip “Other
Personal (OP)” carilah kawan yang kamu anggap lebih dari kamu, yang mau atau
bersedia mengajarimu dan membantu kesulitanmu dalam hal belajar, didunia ini
masih banyak orang yang bersedia memberikan bantuanya untuk sesama. Kemampuan menjadi
pribadi yang mampu berpijak di bumi yang dipijak sangat membantu untuk survive.
Dalam hidup jangan pernah meremehkan ilmu dasar yang walaupun secara sepintas
terlihat remeh, ilmu dasar akan membantu dalam memahami ilmu yang lebih tunggi
dari itu. Itulah segelimet masalah yang saya rasakan hari ini, namun rasa itu
terasa hilang seketika ketika si bubu berceloteh dengan jurus baru “SELAMAT
MALAM DUNIA”, perjalanan PPDH ini belum seberapa baru berjalan 3 minggu dan ini
akan berjalan selama kurang lebih 15-17 bulan, tapi rasanya sudah mulai terasa
tekanan mentalnya, dan boleh saya jujur masa ini sangat saya benci karena
membuat mental dan jiwa saya tertekan saya merasa berada didunia antah berantah
yang tak jelas arah dan tujuannya, rasanya begitu gelap jalan yang harus
kulalui ini, karena matahari dan rembulan tak akan kunjung datang di awal-awal,
namun walaupun saya benci masa ini saya yakin ketika kita berjumpa dengan sinar
matahari dan rembulan (red:masa depan), saya akan merindukan masa yang saya
benci ini, terkadang dalam hidup ini kita akan merindukan apa yang kita benci
dimasa lalu, saya beruntung berada dalam grup yang terisi orang-orang yang saya
bilang masing-masing memiliki kelainan yang akan membuat saya bisa tertawa
disaat saya berada dalam masa tertekan. Mungkin dalam perjalanan 15 bulan ke
depan kisah kita akan dihiasai beberapa konplik, beberpa kisah pilu, beberapa
kisah yang menekan dan tak lupa akan dihiasi oleh kenangan-kenangan terindah,
kawan mari kita berjuang bersama, saling menguatkan satu sama lain, saling
membantu, saling menghargai perbedaan, pelangi tercipta karena adanya perbedaan
gradasi warna, begitu juga dengan hidup akan indah karena adanya saling
menghargai, aku, kamu, dan kita memang berbeda dalam hal adat istiadat,
kebiasaan, budaya, kulit, rezeki, serta strata, namun ingatlah kawan kita
memiliki tujuan yang sama yaitu tersenyum bersama saat pengambilan sumpah
dokter hewan (PSDH), dan ingatlah juga kawan ini bukan tentang aku lulus, tapi
tentang “kita lulus” ini buka tentang aku lebih cepat tapi tentang “kita
sama-sama cepat”, dan ini bukan tentang aku hebat tapi tentang “kita memang
hebat” setelah kita menikmati senyum bersama saat PSDH, baru dari sana kita
memulai kehidupan pribadi kita yang sesungguhnya, namun untuk saat sekarang
kita akan menjalani kehidupan bersama-sama, suka dan duka mari kita lewati
bersama, jangan sungkan untuk mengulurkan tangan, jangan gengsi untuk meraih uluran
tangan kawan, jangan sungkan untuk
memberikan sandaran bahu, jangan gensi bersandar pada bahu kawan, jangan malu
meneteskan air mata jika itu membuatmu lebih baik, jangan malu untuk bercerita,
komitmen kita di awal adalah masuk bersama keluar bersama, itu bisa diraih
kalau kita bisa bekerjasama dan membuang ego. Awali malamu sebelum tidur dengan
ucapan “selamat malam dunia, hari ini aku ini aku mendapat pelajaran berharga,
dan esok aku akan menjadi pribadi yang lebih baik, terimakasih dunia karena
dibawah malamu yang gelap aku bisa istirhat sejenak”.
Ruang Inap Mahasiswa
PPDH @ RSH
15 Juli 2014
20.50 WIB
With Love, and With
Proud
HATI-HATI DENGAN KATA BENCI DAN MUAK
Tak
terasa sudah 5 tahun saya berada di universitas tercinta walaupun berada di
fakultas baru 4 tahun karena peraturan dikampus saya tahun kedua kita baru
mendaptkan mata kuliah yang ada di fakultas. Banyak hal yang sudah saya lewati
selama 4 tahun, banyak kisah suka maupun duka, dan kisah tersebut tidak jauh
dari cerita soal akademik dan kisah pertemanan. Waktu awal-awal masuk saya
pernah sangat tidak suka sekali dengan seseorang, yang dimata saya orang
tersebut begitu suka bergibah dan senang sekali membicarakan orang dan mencari gossip
orang lain, dan waktu itu saya juga pernah mendapat perlakuan tidak
menyenangkan darinya, sampai saya sangat muak sekali denganya dan benci, karena
saya memang tipikal orang yang paling sangat tidak suka ketika digosipkan
mengenai perkara yang sama sekali tidak pernah saya lakukan. Dan yang lebih
menyebalkannya saya beberapa kali harus satu kelompok tugas denganya. Bukan hanya
itu saja yang membuat saya sangat muak denganya ada hal yang tak bisa ceritakan
secara gamblang juga. Setiap orang juga pasti punya kelebihan dan kekurangan
saya yakin akan hal itu. Pernah suatu ketika saya kesal terlampau memuncak sampai
saya berkata kotor padanya. Namun setelah itu saya tidak pernah berusan lagi
denganya hanya sebatas mengamati saja dan dia juga tidak pernah mengganggu saya
lagi saya secara langsung didepan muka saya. Sebenarnya orangnya baik hati dan
suka menolong, namun yang saya tidak saya suka darinya hanya sikapnya saja yang
suka gibah. Tahun demi tahun berlalu, ternyata dia banyak berubah juga
intensitas bergibahnya berkurang, sampai pada akhirnya saya juga mulai mengenal
karakternya, dua kejadian yang baru saya sadari, saya mulai mengenalnya ketika
ada event dalam organisasi kemahasiswaan dan kebetulan saat itu saya terlibat
sebagai panitia, saat itu event yang dilaksanakan berupa kegiatan outdoor di
alam terbuka disebuah taman nasional yang ada di bogor, dan yang kedua adalah
ketika saya akan bermain ke salah satu pantai yang berada paling ujung di
kabupaten sukabumi, ketika itu saya dan teman saya mengjaknya untuk pergi
bersama. Waktu pergi ke pantai tersebut kita menggunkan motor dan kebetulan
saya berboncengan dengannya, saat dipantai itulah saya menemukan sebagian
karakternya yang tidak saya kira sebelumnya, ternyata ini orang selain anak
mall juga menyukai hal berbau petualangan, sejak saat itu saya hubungan saya
denganya merasa lebih baik, hingga sampai pada suatu ketika saat itu saya
sedang dirundung masalah yang cukup serius karena menyangkut orang banyak juga,
saya bingung harus bercerita dan bertanya kepada siapa lagi hingga akhirnya
saya memberanikan diri menghampirinya, dan menceritakan semuanya padanya, dan
tak terasa kepala ini jatuh dibahunya, dan diapun menjatuhkan tanganya dikepala
saya sembari mengusapkanya. Dan sampai sekarang saya denganya sering jalan bareng
untuk sekedar menikmati indahnya alam, walaupun dia sangat tidak kuat dengan
udara dingin, tapi dia sangat senang jika saya mengajaknya ketika saya bermain seperti
mendaki gunung ataupun backpacker. Dan satu hal yang tidak saya peridiksi
sekrang saya berada dalam satu tim denganya, karena kebetulan kita sama-sama
sedang mengambil pendidikan profesi, kurang lebih selama satu tahun setengah ke
depan saya akan satu tim bersamanya.
Pelajaran yang bisa saya ambil dari
rasa benci yang saya memiliki untuknya (dulu), sebelum saya mengenalnya. Kini rasa
benci itu hilang, dan sekarang kita berteman cukup baik, sekarang dia tidak
lagi seperti dulu yang berani menggunjing orang secara terang-terangan,
sekarang dia lebih calm dan malah dia bisa menahan diri saat tidak suka atau
marah terhadap seseorang, namun dia bisa dengan cepat bisa memaafkannya, dan
jelas saya tidak memiliki sifat itu. Dulu dia termasuk ke dalam orang yang
sangat saya benci namun sekarang saya rasa dia menjadi salah satu teman saya
yang paling baik. Anaknya terkadang terlihat manja, namun dia juga tak jarang memperlihatkan
sisi kuat dan mandirnya, secara keseluruhan anaknya memang baik dan kuat
menghadapi masalah, dan mampu bekerja dibawah tekanan. Terkadang sesuatu yang
kita benci belum tentu buruk untuk kita, karena bisa jadi itu adalah yang
terbaik untuk kita. Mungkin kalau dulu dia tidak pernah membuat saya
membencinya, saya tidak akan pernah tahu siapa dia. Selama segala Sesutunya seimbang
dan dijalani dengan benar hal buruk pun bisa menjadi hal yang baik, dan
sebaliknya. Tuhan memang adil kala itu saya pernah terlalu menganggap orang terlalu baik dan menganggap dia adalah
teman terbaik yang belum pernah saya temukan sebelumnya (LEBAY), namun setelah
sekian lama waktu berjalan kenyataan itu berubah menjadi sebaliknya. Samapi sekrang
saya tidak pernah menanyakan apakah dia pernah sakit hati oleh perkataan saya
sampaiakhirnya dia membenci saya, saya juga tidka tahu apakah dia pernah
membenci saya atau tidak. Hati-hatilah saat membenci seseorang dan muak
terhadap seseorang jangan sampai berlebihan, karena bisa saja orang yang kita
benci itu suatu hari malah menjadi orang yang banyak membantu kita. Ketika tidak
suka atau suka terhadap seseorang jangan sampai berlebihan, tapi sewajarnya dan
seperlunya dan jangan sampai berlarut-larut. Mohon maaf kawanku aku menuliskan
kisah kita dalam sebuah tulisan yang ku share di blog, semoga orang yang
membaca tulisan ini bisa terinspirasi, karena katanya kisah nyata itu bisa
menginspirasi orang lain, siapa tahu yang membaca tulisan ini ada juga yang
mengalami hal seperti aku. Terimakasih atas bantuanya selama ini, dan tentunya
terimakasih banyak bahunya. Semoga kita bisa bekerjasama dengan lebih baik dari
sebelumnya.
CATATAN HARIAN KOAS
KOAS
PUTARAN PERTAMA
ILMU
PENYAKIT DALAM
(RUMAH
SAKIT HEWAN & PETERNAKAN SAPI PERAH DI KUNAK)
#CHAPTER KUNAK
Kunak merupakan salah
satu tempat magang co-assistant yang wajib bagi para mahasiswa Pendidikan
Profesi Dokter Hewan (PPDH). Pada tahun ini kami yang tergabung dalam kelompok
(I) angkatan 2014/2015 gelombang ketiga dan berangotakan:
1.
Teh Cucum sebagai Bos
Genk
2.
Rini sebagai jongos masak
3.
Yusti sebagai jongos masak
4.
Mytha sebagai bendahara merangkap
jongos ojeg
5.
Jauhari sebagai Raja kalah PES &
Poker
6.
Dedek budi sebagai jongos
cebok piring
7.
Ifan sebagai jongos sapu
8.
Hario sebagai Raja Bacot, jawara PES
& Raja kalah Poker
9.
Chiko segagai Jawara Poker &
Jongos Cuci Gelas
10.
Irwan sebagai The King Of Poker & Jongos
Ojeg
Magang di peternakan
sapi perah yang berada dikunak berjalan salam satu mimggu, letak kunak sendiri
tidaklah begitu jauh dari kampus tercinta.
Perjalanan selama satu minggu dikunak bagaikan menginjakan kaki sejenak
di surga karena suasananya serta aktivitas yang dilaksanakan disana begitu
padat mulai dari kita mempersiapkan sahur, sahur bersama, membersihkan kandang
ternak (ngosrek), keliling mengobati pasien, mengikuti turnamen poker antar
jongos, turnamen PES antar jongos, mempersiapkan untuk berbuka, berbuka
bersama, dan sampai kita tidur lagi dan tentunya tak lupa menjalankan ibadah
lima waktu. Waktu berjalan begitu cepat pada awalnya saya mengira akan sangat
membosankan sekali berada disana, namun dengan beriringnya waktu perkiraan saya
meleset jauh, yang ada dan yang kita rasakan adalah kebersamaan yang semakin
tumbuh, dan mulai mengenal karakter masing-masing dari kelompok kecil kami. Banyak
hal yang bisa saya petik selama berada di kunak yaitu sedikit tau tentang watak
dari kawan-kawan saya satu kelompok.
Disini kita belajar tentang manajemen kerjasama tim,manajemen pembagian
tugas, dan tentunya manajemen control ego. Rasanya tiada hari tanpa sebuah
canda dan tawa, tiada menit tanpa rasa kebersamaan, dan tentunya tiada menit
tanpa ejek-ejekan. Mungkin sepintas kelompok ini terlihat seperti preman pasar
baik jantan maupun betinanya ga ada yang santai, namun ini menjadi bumbu
kebersamaan ditengah kesederhanaan yang baru kita jalani dua minggu di PPDH.
Satu hal yang harus digaris bawahi adalah “Bahagia itu sederhana” untuk
mencapai itu yang kita perlukan hanyalah bersyukur atas apa yang telah kita
dapatkan. Terkadang dalam hidup kita menemui yang namanya “jalan berbelot”
artinya terkadang jalan yang harus kita lewati tidak sesuai dengan rencana dan
impian kita, dengan kunci “bersyukur atas apa yang kita dapatkan” jalan yang
berbelot itu akan terasa menyenangkan. Seperti layaknya seorang teman atau tim,
terkadang ada yang membuat kita nyaman dan terkadang ada juga yang membuat kita
gerah berada didekatnya atau berada didalamnya, namun sebuah pepatah mengatakan
“kita jangan hanya mau berteman dengan orang atau tim yang membuat kita nyaman,
tapi kita juga harus berteman dengan orang atau tim yang membuat kita lebih
dewasa, lebih mandiri, dan lebih bijaksana. Kedewasaan, kemandirian, dan
kebijaksanaan dalam menghadapi sebuah keputusan tidaklah dihasilkan dari
“Sesutu yang nyaman” melainkan dihasilak dari “sesuatu ketidaknyamanan”. Ketika
kita dihadapkan dengan lingkungan orang-orang yang membuat kita harus menarik
nafas lebih dalam, adalah tetap tenang dan meyakini perbedaan bukan hal yang
mengantarkan kita pada perpecahan melainkan perbedaan akan mengantarkan kita
menjadi pribadi yang lebih dewasa, mandiri, dan bijaksana. Jangan pernah lari
dari kenyataan yang harus kita hadapi, karena lari dari kenyataan bukanlah
jawaban atau solusi terbaik, hadapilah kenyataan yang dihadapi selesaikan
masalahnya dan ambil hikmahnya. Kontrol diri dengan otak yang dingin, pelajari
hal sekeliling, pelajari karakter orant-orang disekitarmu, dan jagalah
keharmonisan. Itulah pelajaran-pelajaran berharga yang bisa saya petik selama
dua minggu menjalani PPDH di bagian IPD. Awalanya merasa bagaimana gitu (hanya
bisa dirasakan tanpa bisa ku ucapkan), namun sekarang yang saya rasakan adalah
saya yakin ini adalah jalan terbaik yang harus saya lewati dan inilah kawan-kawan
serta tim terbaik untuk saya, yang akan memupuk dan meningkatkan tingkat
kesabaran, dan kedewasaan saya. Salam fleksibelitas, boleh bacot, boleh nyocot,
asal jangan bacotan dan cocotan berubah menjadi bacokan, keep calm and say “we
are not superone but we are superteam” masuk bersama keluar bersama asal jangan
merkosa anak orang bersama-sama aja.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Total Pageviews
56,405
Labels
GUNUNG
(30)
idealisme
(10)
VETERINER
(9)
TRAVELLING
(7)
CATATAN HARIAN CO-ASS
(5)
DREAMS
(5)
KULINER
(5)
PANTAI
(4)
TAMAN NASIONAL
(3)
SUNGAI
(1)
Popular Posts
- JALUR PENDAKIAN GUNUNG GEDE VIA GUNUNG PUTRI
- ARTI SEBUAH PERJALANAN MENUJU PUNCAK GUNUNG
- RUTE MENUJU PULAU SEMPU DARI STASIUN KOTA BARU MALANG
- JALUR PENDAKIAN GUNUNG GUNTUR
- PENDAKIAN GUNUNG CIKURAY 2818 MDPL
- PUNCAK GUNUNG PANGRANGO 3019 MDPL
- BUKIT SIKUNIR
- GUNUNG PRAU
- PENDAKIAN ATAP DAN TANAH TERTINGGI PULAU JAWA (MAHAMERU 3676MDPL)
- CATATAN PENGALAMAN DAN TRIK MENUJU ATAP TANAH JAWA (MAHAMERU 3676mdpl)
Followers
Blogger news
Irwan Manshur Ahmad. Powered by Blogger.