Sudah
bukan rahasia lagi kalua Indonesia merupakan salah satu penghasil kopi
terbaikdi dunia, hal tersebut melatarbelakangi kebiasaan warganya dibeberapa
tempat yang menjadikan minum kopi sebagai salah satu kebiasaan atau budaya. Konon
katanya kopi yang di pajang di Etalase Starbucks Amerika adalah kopi yang
berasalal dari Indonesia sebut saja kopi Toraja dan Kopi Aceh. Kota-kota
seperti Aceh, Belitong dan Makassar warganya memiliki kebiasaan mengopi. Kali ini
saya akan membahas budaya ngopi orang Makassar. Kota yang disebut-sebut sebagai
Kota terbesar di Wilayah Timur yang dijadikan Gerbang Indonesia wilayah timur
ini memiliki budaya ngopi yang sangat kental. Banyak sekali warung kopi yang
terbebaran hamper di tiap sudut kota. Di jam-jam Sore terlihat warkop Nampak ramai
oleh pengunjung untuk menikmati secangkir kopi. Pengunjung sangat beragam mulai
dari pemuda, orang tua, orang yang pulang kerja pria dan wanita. Ada satu hal
yang unik menurut saya, yang baru pertama kali saya rasakan. Kopi yang saya
cicipi ini rasanya beda dari kopi-kopi yang sudah saya cicipi di Pulau Jawa. Kepenasaran
pun membuat saya sedikit kepo dan bertanya-tanya kepada teman saya, kok kopi
nya enak banget. Ternyata kopi tersebut didatangkan dari kabupaten Enrekang dan
kopi tersebut juga ternyata yang selama ini kita kenal sebagai Kopi Toraja. Saat
itu saya berkesempatan mengunjungi Kabupaten Enrekang dan ternyata kopi-kopi
disana ditanam di kaki Gunung Latimojong yang ketinggianya >1000 mdpl. Kopi Toraja
juga ternyata di pasoknya dari Kabupaten Enrekang, karena memang kabupaten ini
bersebelahan, jadi Kopi nya berasal dari Enrekang namun dalam pemasaran lebih
dikenal sebagai Kopi Toraja. Kenikmatan dan kekhasanya yang menurut saya unik
dan baru saya temukan adalah rasa manis yang dihasilkan hanya dari susu (kopi
susu), kecuali anda memesan kopi hitam original maka rasa manisnya berasalal
dari gula pasir yang ditambahkan. Jika anda berkesempatan mampir ke Kota
Makassar jangan lewatkan untuk menikmati sensasi ngopi di warkopnya.
 |
#SecangkirKopidiWarkopDottoro |
 |
#SecangkirKopidiWarkopDottoro |
0 komentar:
Post a Comment